Doubtness (Keraguan)

Posted: 24 November 2013 in Puisi Ku

1 Januari 2014

Berarti memang berarti, tapi dibalik semua arti itu ada rasa yang sebenarnya agak sedikit ragu.

Ragu, hmmm, apa benar itu keraguan atau hanya ketakutan akan pengalaman masa lalu yang tidak ingin terulang.

Keraguan akan kata, sikap, sifat dan keputusan yang seharusnya dipikir matang-matang.

Hati kecilku memang berkata sebaliknya, tapi seakan-akan logika ku mengalahkan kata hati kecil itu.

Ya Tuhan, semoga 1 Januari 2014 itu benar memang keinginan bukan kebohongan yang tersembunyi.

Ya Tuhan, semoga Engkau memberikan jalan nyata yang akan mengungkap semuanya seiring waktu yang berlalu. Aamiin

Muhammad Arsyad Syahara – Anak Banjar

Kalau Saja (Aku)

Posted: 24 November 2013 in Puisi Ku

Kalau saja aku dapat membencimu,
Buat apa aku mencintaimu.

Kalau saja aku dapat menyakitimu,
Buat apa aku menyayangimu.

Kalau saja aku dapat bersembunyi,
Buat apa aku selalu disampingmu.

Kalau saja aku dapat berjalan sendiri,
Buat apa kau selalu menantimu.

Kalau saja aku dapat membunuh sepi,
Buat apa aku merindukanmu.

Jadi biarkan aku mencintaimu, menyayangimu, dan selalu merindukanmu.

Muhammad Arsyad Syahara – Anak Banjar

Gila Matematika (prolog)

Posted: 17 November 2013 in Matematika Dasar

Hai semuanya, khususnya bagi penggila matematika baik secara teoritis maupun aplikatif.

Belajar matematika sulit dan bikin pusing kepala, kata siapa? Itu cuma bagi mereka yang tidak mau bersungguh-sungguh dan malas-malasan dalam mempelajarinya. Padahal, secara tanpa sadar (atau bahkan sadar) kita telah mengaplikasikannya setiap hari dalam aktivitas kehidupan. Buktinya apa? Dalam hal kecil saja, misalnya jajan, kita tanpa sadar dan tanpa belajar (dari buku) sudah mengaplikasikan matematika. Contoh, saat kita membeli permen pasti kita menyebutkan berapa banyak permen yang kita beli dan berapa uang yang harus kita keluarkan untuk membelinya. 1 permen ditambah 1 permen, jadi 2 permen. Harga 1 permen 100 rupiah, jadi kalau kita beli 2 permen kita harus membayar 200 rupiah. Benar, kan? Praktek penjumlahan dan perkalian sudah kita terapkan, tinggal bagaimana kita mengembangkan operasi hitung matematika itu menjadi lebih baik lagi. Naaaah, mari kita belajar matematika dasar dari operasi hitung sampai dengan penerapan rumus-rumus matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tunggu postingan selanjutnya yaaaa. Jangan sampai ketinggalan asyiknya belajar matematika. 1+1 = 2, lain waktu baca postingannya lagi yaaa..^^

Muhammad Arsyad Syahara – Anak Banjar

AKU ADALAH ORANG YANG CENGENG…..!!!

Posted: 16 October 2010 in Puisi Ku

Allah-lah yang memberikanku sepasang mata dan anggoa tubuh lainnya…

Yaaaaa, Allah-lah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi…

Dia adalah Robbul ‘Alamien….

Sangat banyak yang dapat membuat senang,bahagia,riang,canda tawa dan senyum indah yang tercipta..

Namun, sangat banyak pula yang dapat membuat sakit,perih,duka,lara dan nestafa…

Yang manakah yang lebih akan kusuka…..???

senang atau sedih…????

sakit atau bahagia…????

ketika di antara pilihan itu,aku akan lebih memilih menangis….

Aku akan mengunci kamar dan menangis dibawah selimut yang kututupkan agar tak terdengar suara tangis…

Aku akan lebih memilih berlari jauh sambil menyapu cucuran air mata yg jatuh hingga bumipun akan menjadi basah….

Yaaaaaaaaaaaaa,karena Aku memang seorang lelaki yang cengeng..

cengeng karena tak bisa memberikan tulus dan sucinya cintaku kepada Sang Maha Pemberi Cinta…

Cengeng karena tak bisa memberikan Keihklasan dan keyakinan bahwa cinta yang murni dan suci hanyalah untuk Tuhan ku, untuk Allah..

Namun,Aku tetap berusaha dan memohon kepada Allah agar dikuatkan hati…

Memohon agar cintaku ini bukan untuk sang makhluk yang lemah..

TAPI untuk Sang Maha Dahsyat Cintanya…

Yaa Rabb……………….

Ighfirlana Yaa Rahman, Yaa Rahim……

 

Senyuman itu, Untuk Siapa…????

Posted: 4 October 2010 in Puisi Ku

Sejenak, mata terpejam dan mengingat sebuah keindahan yang nampak..

Sejenak, teringat sebuah senyuman yang entah ditujukan untuk siapa..??

Sekejap pun muncul di dalam qolbu sebuah wajah….

Wajah yang memiliki bibir yang tipis, merah muda merekah dengan sebuah senyum yang sangaaaaaaaaaaaaaaat indah…

Namun, hati kembali bertanya……

Untuk siapakah senyuman itu..???

Milik siapakah senyuman itu..???

Sekejap membayangkan dan berkata dalam hati…

“Semoga wajah yang memiliki senyum indah itu adalah untukku”…

Heeeeeemmmmm..

Terlalu jauh kah apa yang ku inginkan…???

Sangat mungkinkah apa yang kuharapkan dapat terwujudkan..???

Yaaaaaa…..

Hati kecilku menjawab sendiri apa yang kuinginkan…

hatiku berkata : “Kawan, semua hal di dunia dapat saja terjadi jika kau berusaha dan berdoa”

Yaaaaaa…..

Mulai malam ini sampai malam yang entah sampai kapan..

Aku kan berdoa agar senyuman itu dapat kulihat dan dapat kunikmati indahnya….

(ku dedikasikan untuk sebuah senyuman yang indah dari seseorang)

DOA SHOLAT DHUHA….

Posted: 1 October 2010 in KULTUM

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu..

Keagungan adalah keagunan-Mu..

Keindahan adalah keindahan-Mu..

Kekuatan adalah kekuatan-Mu..

Penjagaan adalah penjagaan-Mu..

Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah..

Apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah..

Apabila sukar mudahkanlah..

Apabila haram sucikanlah..

Apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku)..

Datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh..

JANGAN MENYURUH ALLAH….!!!

Posted: 1 October 2010 in KULTUM

Kadang kita tidak sadar telah menduakan Allah, dengan pekerjaan, dengan kegiatan-kegiatan keduniaan kita. Tapi apakah benar kita sudah menomorsatukan Allah? dibanding dengan pekerjaan, dibanding dengan tugas, dibanding dengan kuliah?

Dengan tidak sadar kita sering menyuruh Allah, menyuruh Allah untuk nunggu. Saat Adzan berkumandang disetiap Rumah-rumah Allah, kita tenang-tenang saja dengan pekerjaan kita, dengan tugas kita, dengan kegiatan-kegiatan sehari-hari. Seakan kita bilang, “Tunggu bentar Ya Allah, aku sedang kerja. Tunggu bentar Ya Allah, aku sedang belajar. Tunggu bentar Ya Allah, aku lagi tidur”. Dan dengan alasan-alasan lain, yang lebih kita utamakan daripada memenuhi panggilan Allah lewat adzan. Kadang kita lupa, kita mencari rizkinya Allah, tapi malah lupa dengan Allah. Kita mencari ilmunya Allah, tapi ilmu itu malah menjauhkan kita dari-NYA.

Jangan pernah menyuruh-NYA, tingggalkan semua pekerjaan, saat Allah memanggil kita untuk menjalankan kewajiban kita.

(Dikutip dari tausiyah Ustad Yusuf Mansyur)
Read the rest of this entry »